Apa itu Website Web 2.0?

Kata atau istilah Web 2.0 sebenarnya sudah ada sejak tahun 1999 yang diperkenalkan oleh seorang wanita bernama Darcy DiNucci. Dia adalah seorang arsitek informasi yang mencakup sebagai desainer sistem juga.

oreillyLalu pada tahun 2003 O’Reilly Media dan MediaLive mengadakan acara bertajuk Web 2.0. Semenjak acara itulah maka Web 2.0 menjadi wacana besar bagi perkembangan website sampai saat ini.

Aplikasi website Web 2.0 sudah banyak dipraktekkan oleh banyak web developer di bagian negara mana pun termasuk Indonesia. Namun, bagi orang awam istilah ini tidak begitu populer. Web 2.0 merupakan sebuah kategori website yang memiliki banyak fitur lebih modern dari pendahulunya Web 1.0. Kalau Web 1.0 itu website yang tidak ada interaktivitasnya dan kebanyakan hanya berupa tulisan. Contoh dari Web 1.0 adalah website company profile yang sampai sekarang masih digunakan, tetapi sekarang website company profile juga sudah banyak yang dikategorikan Web 2.0.

Kategori website Web 2.0

Untuk mengetahui apakah sebuah website masuk dalam kategori Web 2.0 atau tidak, kita harus mengetahui fitur apa yang didefinisikan sebagai kategori website Web 2.0. Berikut ini adalah daftar fitur Web 2.0.

  • Interaktivitas: Memungkinkan pengunjung website berinteraksi dengan pemilik website atau penulis artikel pada suatu website dengan cara baik itu memberikan komentar maupun langsung berkomunikasi lewat fitur chatting seperti YM box atau chatbox seperti Shoutmix.
  • Shareable/Bookmark/Social Network: Sebuah fitur yang memungkinkan pengunjung website untuk menyebarkan/sharing dan mem-bookmark apa yang ia temukan pada sebuah website. Contohnya, fitur Like Facebook, Tweet Twitter, StumbleUpon, dan Digg. Pada intinya sebuah website dapat mengakomodasi gairah pengunjung untuk menyebarkan atau menyimpan yang ia lihat di website.
  • Rich Media: Gambaran visual bergerak atau suara yang dapat pengunjung tonton atau dengarkan. Tidak jarang website yang secara otomatis memutarkan musik ketika dikunjungi. Tidak jarang juga website yang memasukkan video dari YouTube. Nah, tersedianya musik atau video itulah yang disebut sebagai Rich Media. Sebenarnya tidak hanya video dan musik saja melainkan juga file seperti PDF, DOC, XLS, dan data-data lainnya.
  • Design: Pernah lihat website yang sangat sejuk di mata dengan gradasi-gradasi halus? Atau website dengan fitur aplikasi flash media yang ditujukan untuk memanjakan pengunjung? Yup, design seperti itulah yang termasuk dalam website Web 2.0. Contohnya, www.acerid.com, www.cnet.com, dan www.engadget.com.

Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Web 2.0

Sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk mengatakan tidak terhadap kebutuhan atas Web 2.0. Sudah barang tentu kalau kita ingin website kita terlihat fantastis dan interaktif. Siapa yang tidak mau kalau websitenya dibookmark atau dishare oleh orang lain? Pasti mau donk!

 

Incoming search terms:

  • apa itu web 2 0
  • fitur web 2 0
  • contoh web 1 0
  • web 2 0
  • situs web 2 0 adalah
  • mengapa web 2 0 ada?
  • hacking web 2 0
  • apa itu internet web 2 0
  • contoh website web 2 0
  • contoh website web 1 0